
Sedangkan di pojok kota, nasib tak beruntung melilit pak tua. Hidup dari belaskasihan warga kota. Tan


Saya hanya ingin menatap raga manusia dalam keindahan dan kerapuhannya. Semuanya kutemui di sela-sela gerak aktivitas. Untuk sesaat kuingin menyajikan di blog ini. Cuma ingin menatap parade akrobatik tubuh manusia dengan gegap gempita aktivitas.
Aku bukan mengusir kejenuhan di sini…Apalagi ingin menertawakan keretakan hidup yang terkapling dalam keindahan atau eksploitasi, kekayaan atau kemalangan….
Tapi aku ingin mengatakan….Tuhan kehidupan itu indah dan tragis….


Indah…..karena kehadiranmu mengindahkan waktuku
Tragis ….karena pesona kecantikan tak bisa mengusir kejenuhan.

Hanya dentang kesepian ditingkahi hasrat syukur yang mendorong setiap insan untuk terus berbagi kebahagiaan.
Sementara luka dan duka tak
.jpg)
Kita terus menatap matahari bukan melihat terang kehidupan.
Kita memandang rembulan bukan untuk menumbuhkan sayap agar kita terbang menggapai angkasa.
Ada keajaiban yang diwartakan dari bola mata….
Pernahkah kita melihat buluh mata….????

Ya Dia Yang Agung begitu dekat dengan kita melebihi buluh mata kita. DIA memeluk hangat dan memangku kita dalam bara kerinduan ilahi yang tak pernah terbalaskan oleh laku tapa dan jasa amal.

Semua karya hanyalah guratan tangan di pasir pantai
Akan sirna ditelan waktu…yang tertinggal hanyalah pesan keabadian.
Manusia akan terus tersesat saat raga dilepaspisahkan dari jiwa….
Entah sampai kapan.... raga kita kembali memeluk jiwa yang nelangsa...