Tampilkan postingan dengan label Privat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Privat. Tampilkan semua postingan

Jumat, Oktober 10, 2008

Beny Uleander

Terimakasih Buat Rekan-rekan Blogger

Kata internet mulai singgah di telingaku saat mengenyam pendidikan teologi dan filsafat di STFK Ledalero, Nita, Maumere. Ada rasa penasaran untuk tahu apa itu teknologi internet. Maklum di tahun 1990-an, kami masih mengetik tugas-tugas kuliah seperti paper atau makalah dengan mesin ketik manual. Memang sudah ada komputer tapi masih versi Windows 90-an. Perintah-perintah pemrograman harus dengan mengedit dan menghafal ctrl oj on, dll...(sudah lupa). Saya ingat betul kakak kelas John Kopong terkenal mahir dan master dalam urusan ctrl oj on itu.
Sementara kehadiran Windows 95 terasa suatu badai baru bagi kami yang masih gagap mendalami dunia ctrl oj on WS 90 itu. Di tahun 1998, teman-teman yang sudah bisa mengoperasikan Windows 95 dihormati sebagai "kalangan melek" teknologi.
Saya sendiri lebih cenderung mempertahankan kebiasaan mengetik tugas-tugas kuliah dengan mesin ketik. Alasannya amat sederhana. Untuk apa belajar komputer? Wong pegang tuts aja susah sekali. Maklum komputer di biara hanya satu. Dipakai oleh seluruh penghuni biara. Hanya tim redaksi majalah Ziarah saja yang dapat hak istimewa untuk menggunakan komputer kapan saja...(kisahnya bersambung...)

Read More

Senin, Februari 11, 2008

Beny Uleander

SELAMAT JALAN JULIO FEBRIANTO NGISO SINATODA




Julio Febrianto Ngiso Sinatoda. Sebuah nama yang jauh dari desing bising pembicaraan dalam parade waktu.
Umurnya pun amat singkat. Ia hanya menghirup udara selama 3 hari. Terlahir sebagai anak lelaki pertama dari pasangan Bpk Anis Toda dan Hyacinta Teme Wake di RS Bersalin Permata Hati Denpasar, 7 Februari 2008, jam 8.30 WITA.
Julio keluar dari rahim ibu lebih dini, 6 bulan dalam kandungan. Lalu ia dibawa ke RS Surya Husada untuk mendapatkan perawatan intensif dalam inkubator khusus untuk bayi prematur.
Pada hari ketiga, Julio menghembuskan napas terakhir setelah dipermandikan dan diberi sakramen orang sakit oleh Rm Hadi, pastor paroki Kuta. Bayi mungil yang sudah 10 tahun dinantikan ayah dan bundanya telah tiada, tepat pukul 2 siang, 10 Februari 2008.
Hari Senin pagi (11/2) Julio dimakam di pekuburan Katolik Nusa Dua. Diiringi doa rosaria yang dipandu Sdr Ande Dhena dan upacara sabda yang dibawakan Rm Hadi, Pr. 
Julio selamat jalan. Engkau telah cepat pergi. Tapi dalam kuat kuasa Allah, kami yakin Allah selalu memilih malaekat kecil di antara manusia. Dan, semoga kehendakNya yang terjadi. Demikian isi doa yang didaraskan keluarga besar Bajawa di Bali.
Julio selamat jalan. Semoga Kak Anis dan Sinta selalu dikuatkan untuk terus melangkah dalam iman di medan ziarah ini.


Read More